Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman budaya, dengan masing-masing daerah memiliki tradisi dan perayaan unik yang mencerminkan identitas lokal. Dari Aceh hingga Papua, festival dan perayaan tradisional menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, sekaligus menarik minat wisatawan baik lokal maupun internasional. Berikut adalah daftar lengkap festival dan perayaan tradisional di Indonesia yang wajib diketahui.
1. Festival Pesona Mentawai (Sumatra Barat)
Berlangsung pada 2–4 Oktober setiap tahunnya, Festival Pesona Mentawai (FPM) adalah acara tahunan yang bertujuan memperkenalkan potensi wisata Mentawai ke tingkat internasional. Diadakan di Desa Wisata Mapaddegat, Tuapeijat, festival ini tidak hanya menampilkan tarian dan musik tradisional, tetapi juga fokus pada pengembangan homestay dan pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat.
Festival ini juga menjadi ruang apresiasi untuk melestarikan warisan budaya Mentawai, yang berakar pada kearifan leluhur. Selain itu, FPM memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk terlibat dalam pelestarian budaya melalui berbagai program pelatihan dan kerja sama dengan komunitas lokal.
2. Festival Pesona Selat Lembeh (Sulawesi Utara)
Festival Pesona Selat Lembeh diselenggarakan setiap bulan Oktober, tepatnya dari 8–12 Oktober. Awalnya merupakan tradisi syukuran hasil laut, kini festival ini berkembang menjadi ajang internasional yang memperkenalkan keberagaman budaya, suku, dan agama di Kota Bitung.
Acara ini menghadirkan berbagai aktivitas seperti Sailing Pass Perahu Mural, Karnaval Laut, dan kompetisi fotografi bawah laut. Lebih dari 90% musisi yang tampil adalah lokal, sementara ratusan UMKM turut serta dalam pameran produk lokal. Festival ini tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.
3. Festival Lamaholot (Nusa Tenggara Timur)
Festival Lamaholot digelar setiap bulan Oktober, yaitu 7–10 Oktober. Lamaholot adalah salah satu etnis besar di Nusa Tenggara Timur yang memiliki identitas budaya yang masih terjaga. Festival ini menjadi ruang apresiasi budaya, dengan tema utama yang berubah setiap tahun.
Pada tahun 2025, tema yang diangkat adalah “Eksotis Tenun Lamaholot”, yang menarik perhatian wisatawan pencinta kain tradisional, pegiat budaya, dan kreator digital. Festival ini juga menjadi sarana promosi pariwisata di kawasan ALTAKA (Alor, Lembata, Larantuka), sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat setempat.
4. Festival Asmat Pokman (Papua Selatan)
Festival Asmat Pokman digelar setiap 7–11 Oktober, menjadi bagian dari Pesta Budaya Asmat yang sudah berlangsung sejak 1981. Festival ini menjadi ruang penting bagi masyarakat, adat, gereja, dan pemerintah untuk menjaga identitas budaya sekaligus mengembangkannya.
Festival ini menampilkan berbagai aktivitas seperti seni ukir, kuliner khas seperti pangkur sagu, ekowisata trip bakau, lokakarya seni tubuh, talkshow ekonomi kreatif, dan pesta adat seperti pesta perahu. Festival Asmat Pokman bukan hanya sarana pelestarian budaya, tetapi juga wadah apresiasi dan motivasi bagi seniman lokal.
5. Bali Calendar of Event (CoE) 2026
Pulau Dewata, Bali, akan menggelar sebanyak 56 acara dalam Bali Calendar of Event (CoE) pada 2026. Acara-acara ini terdiri dari 40 event budaya, tujuh event olahraga, dua event meetings, incentives, conferences, and exhibitions (MICE), satu event fashion, empat event musik, dan dua event kuliner.
Kepala Dispar Bali, I Wayan Sumarajaya, menyatakan bahwa pelaksanaan event ini tidak hanya berorientasi pada jumlah kunjungan, tetapi juga kualitas wisatawan yang datang. Diharapkan penyebaran acara yang merata di seluruh kabupaten/kota dapat menciptakan keseimbangan kunjungan dan berdampak positif bagi perekonomian daerah.
6. Festival Budaya Indonesia di Bulan Oktober
Bulan Oktober menjadi momen istimewa bagi banyak daerah di Indonesia untuk menggelar festival budaya. Mulai dari Sumatra hingga Papua, festival-festival ini bukan hanya sekadar tontonan, tetapi juga sarana merawat tradisi, mempererat persatuan, dan menarik wisatawan.
Beberapa contoh lainnya termasuk Festival Kuntilanak di Jawa Barat, Festival Bumi Natuna di Kepulauan Riau, dan Festival Tahun Baru Suku Dayak di Kalimantan. Setiap festival memiliki ciri khas dan makna yang mendalam, mencerminkan kekayaan budaya Indonesia yang tidak ternilai.
Kesimpulan
Festival dan perayaan tradisional di Indonesia adalah cerminan dari keberagaman budaya yang dimiliki bangsa ini. Dari Aceh hingga Papua, setiap daerah memiliki cara unik untuk merayakan identitasnya, sekaligus menjaga warisan leluhur. Dengan berbagai acara yang digelar setiap tahun, Indonesia tidak hanya memperkuat jati dirinya, tetapi juga menarik minat wisatawan global untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya yang dimilikinya.

