Gua Batu Cermin adalah salah satu destinasi wisata alam yang menarik di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Lokasinya yang berada di pusat kota memudahkan wisatawan untuk berkunjung. Letak Gua Batu Cermin sekitar 4,2 km dari Bandara Komodo sehingga perjalanan ke tempat ini hanya membutuhkan waktu sekitar 10-12 menit. Gua ini telah dibuka dan dijadikan sebagai kawasan wisata bagi masyarakat lokal sejak tahun 1985. Gua ini memiliki luas kira-kira 19 hektare dengan tinggi sekitar 75 meter dan terletak di kawasan hutan yang memiliki keragaman hayati yang menarik, seperti semak belukar, benalu, pohon kacang mete, pohon bidara, dan bambu. Terdapat juga satwa liar seperti monyet dan burung di sekitar gua.
Sejarah
Gua Batu Cermin menjadi bukti sejarah geologis Pulau Flores. Gua ini merupakan peninggalan purba batu kapur yang pertama kali ditemukan oleh seorang misionaris sekaligus arkeolog asal Belanda, Theodore Verhoven pada tahun 1951. Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Verhoven, gua ini dulunya berada di dasar laut. Hal ini didukung oleh penemuan fosil-fosil hewan laut yang menempel di dinding gua, seperti fosil kura-kura, penyu, dan jenis ikan lainnya. Selain itu, terdapat pula terumbu karang seperti kelopak daun dan bunga. Pergeseran tektonik dan aktivitas gempa bumi yang terjadi jutaan tahun yang lalu mengakibatkan gua ini terangkat ke permukaan. Hal itu juga yang menyebabkan adanya kandungan garam yang tinggi pada dinding gua sehingga menciptakan efek pantulan cahaya seperti cermin ketika sinar matahari masuk. Asal-usul nama “Batu Cermin” berasal dari fenomena alam, dimana sinar matahari yang masuk ke dalam gua karena adanya kandungan garam yang tinggi pada dinding gua sehingga memantul dan menciptakan efek seperti cermin.
Keunikan dan Daya Tarik:
- Keunikan utama gua ini adalah fenomena alamnya dimana sinar matahari masuk melalui celah-celah dinding gua dan memantul pada dinding batu sehingga memberikan pemandangan yang indah dan unik di dalam gua
- Di dalam gua, terdapat stalaktit dan stalagmit yang berkilauan saat terkena cahaya, baik cahaya matahari maupun cahaya senter sehingga menarik untuk di potret
- Gua Batu Cermin tidak hanya menawarkan keindahan visual, tetapi juga menyimpan sejarah alam yang kaya dan menarik untuk dipelajari sehingga dapat menambah pengetahuan wisatawan
- Terdapat satu relief berwarna putih yang mirip seperti Patung Bunda Maria yang keberadaannya muncul secara alami dan bisa dilihat dengan bantuan senter
Fasilitas :
- Tersedia area parkir yang cukup luas dan jaraknya sekitar 300 meter dari gua
- Tersedia toilet umum yang bersih dan nyaman yang dapat digunakan oleh wisatawan
Wisatawan dapat menjelajahi gua dengan berjalan kaki dan menikmati keindahan formasi batu dan pantulan cahaya. Destinasi wisata ini dibuka setiap jam 09:00 sampai 17:00 WITA. Waktu terbaik untuk berkunjung kesana ialah saat musim kemarau. Tiket masuk wisatawan yang berkunjung ke Gua Batu Cermin yaitu sebesar Rp 10.000 untuk wisatawan lokal, Rp 20.000 untuk wisatawan domestik, dan Rp 50.000 untuk wisatawan mancanegara. Harga tersebut sudah termasuk helm yang akan digunakan oleh wisatawan sebagai perlengkapan keselamatan saat berada di dalam gua. Bagi wisatawan yang ingin menggunakan jasa pemandu wisata lokal, diharapkan membawa uang tambahan sebesar Rp20.000 diluar dari biaya tiket masuk. Pemandu wisata lokal akan memberikan penjelasan yang lebih lengkap tentang sejarah dan keunikan gua.
Gua Batu Cermin menawarkan keunikan dan kealamian yang menakjubkan. Gua ini merupakan destinasi wisata yang tepat bagi para wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam sekaligus menambah pengetahuan sejarah.