Berkunjung ke Wae Rebo, Desa Adat yang Masih Terjaga Keindahannya

Berkunjung ke Wae Rebo, Desa Adat yang Masih Terjaga Keindahannya

Destinasi Wisata Wae Rebo – Desa adat Wae Rebo berada di Manggarai, Flores Nusa Tenggara Timur. Desa yang dikelilingi oleh pegunungan dan hutan tropis yang sangat hijau dan lebat ini sudah terkenal hingga mancanegara dan bahkan diberi penghargaan oleh UNESCO yang tentunya tidak bisa diperoleh begitu saja tanpa adanya sesuatu yang unik dan nilai sejarah.

Jadi buat wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo atau Nusa Tenggara Timur, rasanya harus datang ke Wae Rebo untuk merasakan bagaimana keseharian masyarakat di sini dan tentunya menyaksikan keindahan alam Flores dari ketinggian.

Untuk bisa sampai ke Desa Wae Rebo diperlukan biaya yang tidak sedikit dan tenaga yang ekstra, karena jaraknya yang lumayan jauh. Dari Labuan Bajo ke Wae Rebo dibutuhkan waktu sekitar 7 jam yang hanya bisa ditempuh melalui jalan darat. Namun karena letaknya di lembah pegunungan, kendaraan hanya bisa masuk sampai Desa Denge, setelah itu wisatawan harus berjalan kaki sekitar 4 jam dengan jalur menanjak untuk bisa sampai ke Desa Wae Rebo. Namun bila tidak kuat berjalan kaki, wisatawan bisa menyewa ojek dengan biaya Rp 25.000 per orang.

Terdapat tujuh rumah berbentuk kerucut yang disebut Mbaru Niang. Arti dari Mbaru Niang sendiri adalah rumah yang tinggi dan bulat, berasal dari kata Mbaru yang artinya rumah, dan Niang yang artinya tinggi dan bulat. Rumah adat Wae Rebo tersebut ternyata memiliki nama masing-masing yaitu Niang Gendang, Niang Gena Mandok, Niang Gena Jekong, Niang Gena Ndorom, Niang Gena Keto, Niang Gena Jintam, dan Niang Gena Maro.

Keunikan Rumah Adat Wae Rebo

Rumah adat di desa Wae Rebo berbentuk kerucut dengan atap dari daun lontar yang disusun hingga menyentuh tanah. Adapun alasan rumah dibentuk mengerucut adalah sebagai simbol dari perlindungan dan persatuan masyarakat di kampung Wae Rebo. Sedangkan pada bagian dalam, lantai rumah adat Wae Rebo ini terbuat dari kayu dengan bentuk melingkar sebagai simbol keadilan dan harmonisasi antara warga dan keluarga yang tinggal di dalam Mbaru Niang.

Harga Tiket Wisata ke Wae Rebo

Seperti yang admin sampaikan di awal tadi, untuk bisa menikmati keindahan desa Wae Rebo di Manggarai diperlukan biaya yang tidak sedikit. Dari Labuan Bajo saja kamu harus menyewa mobil sebesar Rp 800.000 per hari dan tentunya tip untuk pak supir yang kira-kira bisa sampai 300 ribuan.

Harga tiket atau biaya masuk destinasi wisata Wae Rebo adalah Rp 325.000 per orang sudah termasuk menginap di dalam rumah adat Wae Rebo lengkap dengan kasur dan selimut. Selain itu pengunjung akan diberikan welcome tea, sarapan pagi dan makan malam. Namun buat pengunjung yang tidak mau menginap dan hanya ingin menikmati pemandangan di Wae Rebo dan bercengkrama dengan masyarakat sekitar dikenakan biaya Rp 250.000 per orang. Harga itu sudah termasuk makan satu kali dan welcome tea.

Selain itu wisatawan yang datang ke Wae Rebo wajib memakai jasa pemandu lokal dengan biaya Rp 250.000 per hari. Cukup mahal memang, namun kamu bisa patungan dengan rombongan agar biayanya tidak terasa mahal. Kira-kira kalau dijumlahkan, biaya wisata Wae Rebo keseluruhan dari Labuan Bajo adalah sekitar Rp 1.750.000 belum termasuk biaya-biaya yang tidak terduga.

Penutup

Saat ini desa Wae Rebo sudah tersedia listrik dari jam 6 pagi sampai jam 10 malam, jadi tidak perlu khawatir kehabisan baterai ponsel. Tapi untuk jaringan sendiri memang agak sulit. Buat kamu yang ingin berkunjung ke Desa Wae Rebo menikmati suasana pegunungan yang sejuk dan pemandangan yang indah tidak perlu bingung, karena banyak yang menyediakan paket wisata open trip Wae Rebo di internet, kamu tinggal pilih saja mana yang paling murah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *